Xurya Daya Indonesia (Xurya) mengapresiasi mitra Engineering, Procurement, dan Construction (EPC) lewat acara EPC Appreciation 2026. Mengusung tema “Grow Responsibly, Together”, acara ini menegaskan komitmen Xurya dalam mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan melalui kolaborasi jangka panjang, serta memperkuat industri energi surya bersama para mitra. Karenanya, selain dihadiri oleh mitra EPC, acara ini didukung oleh Kementerian ESDM dan PLN serta disponsori oleh Huawei Indonesia, LAPP Indonesia dan IOSH. 


Pertumbuhan industri energi surya di Indonesia terus menunjukkan momentum positif, dan salah satunya didorong oleh peran strategis para mitra EPC. Sejak 2018 hingga 2025, kapasitas terpasang PLTS Atap meningkat pesat dari 86 MW pada 2021 menjadi 773 MW. Sementara itu, kapasitas terpasang PLTS Non-Atap diperkirakan tumbuh dari 25,5 MW pada 2021 menjadi 1019,5 MW pada 2025. Lonjakan ini menunjukan adopsi energi surya yang semakin luas sekaligus menegaskan kontribusi EPC dalam merealisasikan proyek-proyek energi surya berkualitas tinggi dan berkelanjutan.


“EPC memiliki peran penting dalam memastikan setiap tahap proyek dari desain hingga konstruksi dijalankan dengan baik, sehingga sistem energi surya yang tangguh ini benar-benar terealisasi dan mendorong pertumbuhan industri secara nyata. Pemerintah melalui Kementerian ESDM terus mendorong inovasi dan kolaborasi dalam pengembangan energi surya. Kami berharap penghargaan,   seperti EPC Appreciation 2026 oleh Xurya, dapat memotivasi pelaku industri untuk terus berkontribusi dalam percepatan transisi energi nasional,“ ungkap Harris, S.T, M.T, Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM Republik Indonesia.


“Kami mengapresiasi kerja sama Xurya dan mitra EPC dalam meningkatkan adopsi energi surya di Indonesia. Hingga kini, baik kapasitas PLTS Atap maupun PLTS Non-Atap terus mengalami pertumbuhan, menunjukkan adopsi energi surya yang semakin luas di sektor komersial, industri, dan pelanggan non-subsidi. Setiap instalasi PLTS yang berhasil diselesaikan tidak hanya menambah pasokan energi bersih, tetapi juga memperkuat kualitas, efisiensi, dan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan kolaborasi ini, kami optimistis transisi energi nasional akan semakin cepat, berkelanjutan, dan inklusif,“ tutur  Ryfki Rahman, Senior Manager Pelayanan Pelanggan Retail, PT PLN (Persero).


Xurya adalah pionir skema sewa PLTS tanpa biaya awal (zero upfront cost) serta dikenal sebagai local champion perusahaan energi surya asal Indonesia yang telah bekerja sama dengan 180+ mitra EPC di seluruh Indonesia.


Market size EPC saat ini diperkirakan berada di kisaran USD1,4 miliar atau setara dengan Rp24,3 triliun. Dengan rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 76%, kami proyeksikan market size EPC dapat mencapai USD7,9 miliar setara dengan Rp133,5 triliun pada 2030. Atau, meningkat sekitar 5x lipat dan hal ini mencerminkan besarnya potensi teknis akan kebutuhan mitra EPC yang berkualitas dan menjadi lokomotif penggerak pertumbuhan industri PLTS Atas dan Non-Atap,“ ungkap Philip Effendy, Vice President Operations, Xurya.




EPC sendiri terdiri dari tiga pilar utama, yaitu Engineering, Procurement dan Construction. 

  1. Engineering fokus pada penerjemahan inovasi energi surya menjadi solusi nyata melalui perencanaan teknis yang matang, desain sistem yang efisien, serta kepatuhan terhadap standar keselamatan.

  2. Procurement memegang peran krusial dalam memastikan kualitas dan keberlanjutan proyek melalui pemilihan material yang andal, efisien secara biaya, serta pengadaan tepat waktu untuk mendukung kelancaran implementasi.

  3. Construction merupakan wujud nyata dari perencanaan dan pengadaan, di mana sistem energi surya dibangun dengan fokus pada keselamatan, kualitas, dan ketepatan waktu agar kinerja jangka panjangnya optimal.


Pada acara EPC Appreciation 2026 ini, Xurya memberikan penghargaan kepada para mitra EPC dalam empat kategori, yaitu Biggest Capacity Completed, Most Number of Projects Completed, Best Safety Performance, serta Most Efficient Project Delivery.


“Sampai saat ini, Xurya telah menangani lebih dari 300 proyek dengan total kapasitas lebih dari 200 MW. Hal ini tidaklah mungkin tanpa kerja sama yang solid dengan mitra EPC lokal. Mereka menjadi penghubung utama antara perencanaan dan implementasi proyek, memastikan inovasi teknologi tidak hanya berhenti di tahap konsep, tetapi juga dapat diterapkan secara nyata dan berkelanjutan. Tanpa peran mereka, pengembangan sistem energi surya tidak akan berjalan optimal,“ pungkas Philip.