Xurya, perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dari Indonesia, menutup tahun 2025 dengan keberhasilan transformasi strategis yang berfokus pada penguatan fondasi bisnis yang berkelanjutan dan pengembangan ekosistem industri nasional. Langkah ini mengukuhkan posisi Xurya sebagai katalis implementasi energi surya Indonesia.


Didirikan pada tahun 2018, Xurya merupakan pionir skema sewa PLTS tanpa biaya awal bagi sektor komersial dan industri, sekaligus dikenal sebagai perusahaan pengembang dan pengelola PLTS lokal yang terkemuka, serta salah satu pendiri Solar Academy Indonesia (SAI). Hingga akhir tahun 2025, Xurya telah merealisasikan lebih dari 300 proyek PLTS baik on-grid maupun hybrid off-grid di berbagai wilayah Indonesia, mengukuhkan posisi Xurya sebagai perusahaan mapan yang siap mengembangkan dan mengelola proyek PLTS berstandar tinggi di berbagai sektor industri.


Eka Himawan, Managing Director Xurya, menjelaskan, “Kami melihat penggunaan PLTS telah menjadi bagian dari strategi operasional jangka panjang perusahaan-perusahaan di Indonesia. Regulasi-regulasi terkait PLTS pun berkembang menjadi lebih jelas. Kami melihat ini sebagai kesempatan untuk bertransformasi dari suatu startup menjadi perusahaan energi terbarukan lokal yang mapan dan bertaraf global. Oleh karena itu, beberapa tahun terakhir ini kami berfokus pada profitability jangka panjang, diversifikasi, dan pembangunan talenta lokal.”


Profitabilitas jangka panjang adalah salah satu fokus utama Xurya selama beberapa tahun terakhir. Komitmen ini diwujudkan melalui pengembangan proyek yang bankable, peningkatan kualitas instalasi agar sesuai atau melampaui standar nasional dan internasional, dan penguatan kualitas layanan pasca-pemasangan. 


Tahun 2025 juga diwarnai dengan berbagai tren yang mendorong Xurya untuk memulai diversifikasi aset, terutama ke sektor hybrid off-grid dan IPP. 


“Kami melihat permintaan akan pembangkit energi terbarukan skala besar terus meningkat, terutama dari sektor industri kritis yang membutuhkan kepastian pasokan dan efisiensi biaya. Peraturan Menteri ESDM nomor 5 Tahun 2025 tentang Pedoman Perjanjian Jual-Beli Tenaga Listrik dari Pembangkit Tenaga Listrik yang Memanfaatkan Sumber Energi Terbarukan  juga memperkuat kepastian hukum tentang proyek-proyek PLTS untuk IPP. Institusi finansial lokal maupun regional pun sudah mulai memahami pola pasar PLTS di Indonesia sehingga mampu menyediakan fasilitas yang relevan. Sebagai pemimpin di industri PLTS, kami memandang ini sebagai suatu kesempatan dan ingin menjadi bagian dari solusi terhadap kebutuhan pasar yang terus berkembang tersebut,” tambah Eka.


Dari sisi kemitraan dan sosial, selama tahun 2025 Xurya juga meningkatkan peran dalam mempersiapkan talenta lokal untuk mendukung boom industri energi surya ke depannya. 


“Industri energi surya Indonesia masih tergolong baru, dan oleh karenanya dua tantangan utama dari segi operasional adalah bagaimana kita dapat memastikan kualitas pemasangan yang tinggi, dan bagaimana kita dapat mempersiapkan talenta lokal untuk mendukungnya. Sejak tiga tahun yang lalu, kami secara internal telah memprediksi bahwa kesenjangan kompetensi talenta lokal seiring meningkatnya kebutuhan proyek berskala lebih kompleks adalah isu yang riil,” tutur Philip Effendy, VP Operations Xurya


Menjawab isu tersebut, Xurya menghadirkan SAI pada tahun 2024 sebagai program penguatan kapasitas talenta lokal di sektor energi surya. Program ini mencakup pelatihan teknis intensif bagi mitra perusahaan Engineering, Procurement, and Construction (EPC) lokal. Hingga tahun 2025, SAI telah diikuti oleh ratusan peserta, dengan materi yang mencakup aspek krusial keselamatan sistem, seperti praktek pemasangan kabel dan mitigasi risiko kebakaran selama proyek berjalan. Pada tahun 2026, SAI direncanakan untuk dikembangkan menjadi tiga sesi guna mengakselerasikan kesiapan EPC lokal. 


Philip menambahkan, “Kami percaya transisi energi harus dipimpin oleh para talenta lokal. Tanpa talenta lokal yang kompeten, pertumbuhan industri tidak akan berkelanjutan. Karena itu, transformasi 2025 bukan hanya tentang ekspansi proyek, tetapi tentang meningkatkan standar kualitas bagi industri surya dengan menjadi contoh yang baik.” 


Bukti nyata komitmen terhadap pengembangan ekosistem ini juga tercermin dari pengakuan terhadap kepemimpinan Xurya. Pada tahun 2025, Xurya meraih 10,000 Sets Milestone Award dan Together in Adversity Award dari Huawei pada acara The 4th Global Installer Summit.  Selain itu, Eka Himawan selaku Managing Director Xurya juga meraih Katadata Green Innovator Awards untuk inovasi-inovasi Xurya dalam sektor energi terbarukan di Indonesia.


Secara keseluruhan, 2025 menjadi tahun Xurya dalam membangun fondasi struktural untuk ekspansi jangka panjang. Perusahaan meningkatkan ketahanan bisnisnya melalui diversifikasi ke sektor hybrid off-grid dan IPP, peningkatan tata kelola proyek, serta investasi berkelanjutan pada talenta lokal melalui SAI dan kolaborasi lainnya. Langkah-langkah ini dirancang untuk memastikan pertumbuhan berjalan secara kuat dan berkelanjutan.


Memasuki tahun 2026, Xurya menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat posisi sebagai katalis dan solusi atas tantangan transisi energi nasional, mengintegrasikan energi surya ke dalam strategi bisnis industri, memperluas adopsi energi surya, serta memperkuat daya saing Indonesia dalam ekonomi rendah karbon.


“Transisi energi adalah keputusan strategis yang harus dimulai hari ini. Dengan fondasi yang semakin matang, Xurya siap mendukung akselerasi transisi energi ke energi yang berkelanjutan dan andal,” tutup Eka.