PT Central Omega Resources Tbk (“COR” atau “Perseroan”), perusahaan pertambangan nikel yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham DKFT, resmi mengoperasikan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hybrid off-grid di area operasional pertambangannya di Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Proyek ini terwujud melalui kolaborasi dengan PT Xurya Daya Indonesia (“Xurya”), penyedia solusi energi surya terkemuka di Indonesia, yang bertindak sebagai pengembang (developer) sekaligus mitra ahli teknis dalam proyek ini.


Dengan peresmian ini, COR menjadi pionir penggunaan PLTS hybrid off-grid di sektor pertambangan nikel di Morowali Utara — sebuah langkah strategis yang menempatkan Perseroan di garis depan transformasi energi terbarukan pada industri pertambangan mineral di Indonesia. Melalui implementasi sistem ini, COR mengambil langkah konkret untuk menghadirkan operasional pertambangan yang rendah emisi, sekaligus mendukung terbentuknya rantai pasok mineral yang semakin berkelanjutan — sejalan dengan meningkatnya permintaan global atas nikel bersertifikasi rendah karbon, khususnya dari rantai pasok kendaraan listrik (EV) dan baterai.


Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, Bupati Kabupaten Morowali Utara, Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah, menyampaikan “Morowali Utara memiliki peluang besar untuk memanfaatkan energi surya, didukung oleh potensi radiasi matahari yang tinggi. Potensi ini semakin relevan dengan arahan Bapak Presiden untuk mendorong pengembangan energi surya hingga 100 GW. Sejalan dengan agenda tersebut, pemerintah daerah juga tengah mendorong pengembangan PLTS di wilayah Morowali Utara. Oleh karena itu, kami mengapresiasi langkah COR yang telah mengimplementasikan PLTS dalam kegiatan operasional pertambangan. Langkah COR ini seyogyanya menjadi contoh bagi sektor pertambangan di daerah untuk turut mengambil bagian dalam transisi energi.”


Sejak beroperasi, sistem PLTS hybrid off-grid ini telah menghasilkan 404.230 kWh energi bersih per tahun, yang secara langsung menggantikan sebagian kebutuhan energi dari sumber berbasis fosil pada operasional pertambangan COR di Morowali Utara. Dari sisi lingkungan, capaian ini setara dengan penurunan emisi karbon dioksida (CO₂) sebesar 343.595,5 kg per tahun — setara dengan daya serap karbon dari 3.902 pohon — serta mengurangi ketergantungan terhadap batu bara hingga 272 kg. Dampak dari energi bersih yang dihasilkan juga setara dengan kebutuhan pengisian daya 5.630 unit kendaraan listrik (EV), menggambarkan skala kontribusi sistem ini terhadap ekosistem energi terbarukan yang lebih luas, termasuk rantai pasok kendaraan listrik yang menjadi salah satu tujuan akhir dari hilirisasi nikel Indonesia. Secara keseluruhan, capaian tersebut menegaskan kontribusi nyata sistem PLTS hybrid off-grid dalam menekan emisi karbon, mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, serta menghadirkan pasokan energi terbarukan yang andal untuk mendukung kegiatan operasional pertambangan COR secara berkelanjutan.


Andi Jaya, Direktur PT Central Omega Resources Tbk, menyampaikan “Implementasi PLTS hybrid off-grid ini menjadi bukti bahwa pemanfaatan energi terbarukan tidak semata sebuah wacana, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam operasional pertambangan. Kehadiran PLTS membantu COR menjadi lebih mandiri energi, dan oleh karena itu mendukung kegiatan pertambangan yang lebih berkelanjutan. Kami berharap langkah ini dapat mendorong pelaku pertambangan lainnya untuk tidak ragu mulai mengimplementasikan PLTS untuk kebutuhan operasionalnya.”


Sebagai perusahaan pertambangan yang beroperasi di kawasan dengan keterbatasan akses jaringan listrik nasional, COR menghadapi tantangan tersendiri dalam memastikan pasokan energi yang stabil dan efisien dari sisi biaya. Skema hybrid off-grid yang dikembangkan bersama Xurya — memadukan PLTS dengan sistem pembangkit eksisting — dirancang untuk beroperasi secara optimal tanpa mengganggu kontinuitas proses produksi, sekaligus menurunkan konsumsi bahan bakar fosil pada operasional tambang.


Eka Himawan, Managing Director Xurya, menyampaikan “Penggunaan PLTS hybrid off-grid di PT Central Omega Resources Tbk menjadi langkah penting dalam menunjukkan bahwa energi surya dapat diintegrasikan untuk mendukung operasional pertambangan yang membutuhkan keandalan dan kontinuitas pasokan energi, khususnya di wilayah dengan keterbatasan akses jaringan listrik. Sebagai pionir di Morowali Utara, proyek ini menunjukkan bahwa PLTS dapat dirancang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan operasional pertambangan, tanpa mengesampingkan keandalan pasokan energi. Penggunaan PLTS ini turut menunjukkan semakin luasnya peluang pemanfaatan energi terbarukan dalam mendukung transformasi industri pertambangan di Indonesia.”


Pemerintah Indonesia terus mendorong peningkatan peran energi baru terbarukan dalam bauran energi nasional maupun dalam rantai pasok industri hilirisasi mineral, termasuk nikel, sebagai bagian dari komitmen menuju Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Di tengah meningkatnya tuntutan pasar global — khususnya dari industri kendaraan listrik dan baterai — terhadap jejak karbon yang lebih rendah di sepanjang rantai pasok nikel, pemanfaatan energi surya pada kawasan pertambangan menjadi salah satu solusi yang relevan, fleksibel, dan dapat diimplementasikan secara bertahap sesuai kebutuhan operasional.


Peresmian PLTS hybrid off-grid di kawasan pertambangan COR di Morowali Utara ini menjadi bukti nyata bahwa transisi energi dapat diadopsi secara luas dan terintegrasi dalam operasional industri pertambangan mineral, sekaligus memperkuat posisi COR sebagai produsen nikel yang berkomitmen terhadap praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.