Menjalankan operasional industri di lokasi terpencil seringkali diwarnai dengan berbagai tantangan. Mulai dari kondisi geografis yang menantang, infrastruktur listrik yang terbatas, hingga harga bahan bakar yang fluktuatif. Bagi para pelaku industri di area terpencil, ketergantungan pada diesel genset sering kali menimbulkan dilema akibat tingginya biaya bahan bakar dan tantangan logistik untuk membawa bahan bakar ke lokasi. 


Di tengah ketidakpastian harga bahan bakar diesel, beralih ke sistem solar panel atau umum disebut sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menjadi langkah strategis yang semakin populer. Dengan skema PLTS hybrid off-grid, sistem solar panel dan baterai dapat dikombinasikan dengan sistem diesel genset yang sudah beroperasi di lokasi. Selain mudah untuk diadaptasi, PLTS juga memberikan solusi hemat biaya dan menjamin pasokan listrik mandiri yang stabil.


Sebelum memutuskan untuk beralih menggunakan sistem PLTS, terdapat beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan agar transisi energi dalam bisnis Anda memberikan hasil yang optimal.


Apa Faktor Krusial yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Pemasangan PLTS? 


Terdapat berbagai pertimbangan bagi suatu perusahaan sebelum beralih ke energi surya. Mulai dari aspek keekonomian proyek, pemilihan komponen, hingga pemeliharaan sistem.


1. Analisis Profil Beban Listrik Sesuai Kebutuhan Bisnis

Setiap industri memiliki pola penggunaan listrik yang berbeda. Langkah awal yang penting adalah melakukan analisis profil beban listrik secara menyeluruh. Mulai dari memetakan pola konsumsi listrik sesuai daya yang dibutuhkan, beban puncak, pembagian fasa, hingga faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas kelistrikan seperti power factor dan harmonisa. Desain dan perhitungan teknis sistem PLTS yang sesuai dengan profil beban berperan penting untuk mendapatkan desain  terbaik: kapasitas solar panel yang optimal (menghindari kelebihan maupun kekurangan daya), kapasitas baterai yang optimal (menghindari kekurangan pasokan listrik saat tidak ada cahaya matahari), hingga pola pengoperasian sistem kelistrikan hibrida yang sesuai dengan pola kegiatan operasional industri di lokasi tersebut. 


2. Biaya Investasi 

Perhitungan anggaran biaya yang matang tidak hanya mencakup harga pembelian komponen, tetapi juga perlu memperhitungkan biaya instalasi, pengiriman komponen ke lokasi terpencil, hingga pemeliharaan. Harga investasi sistem PLTS hybrid off-grid terbilang cukup tinggi dan didominasi tingginya harga komponen baterai. Namun, meskipun biaya investasi awal sistem PLTS relatif tinggi, penurunan signifikan pada pengeluaran biaya bahan bakar solar diesel membuat teknologi ini masih lebih unggul secara keekonomian dibandingkan dengan PLTD. Xurya menawarkan skema sewa PLTS dengan pembayaran yang fleksibel, salah satunya opsi sewa tanpa biaya awal untuk mengurangi beban finansial peralihan ke energi surya. 


3. Keandalan Teknologi Komponen PLTS 

Mengingat lokasi industri yang terpencil dan jauh dari pusat reparasi, keandalan teknologi PLTS yang benar-benar teruji menjadi faktor penting. Pemilihan komponen berkualitas tinggi seperti komponen utama (solar panel, inverter, dan sistem penyimpanan baterai (Battery Energy Storage System/BESS)) yang andal menjadi salah satu kunci keberhasilan operasional yang tahan terhadap cuaca ekstrem dan meminimalkan risiko waktu henti. 


Selain itu, karena komponen PLTS memiliki masa guna dan garansi performa yang sangat panjang (lebih dari 15 tahun), kemungkinan wanprestasi pabrikan komponen dalam memenuhi janji garansinya pun patut untuk dipertimbangkan. Dalam hal ini, pabrikan komponen yang telah terklasifikasi BNEF tier-1 diperkirakan memiliki kekuatan finansial yang mumpuni untuk survive dalam jangka panjang, sehingga mengurangi risiko kabur dari pemenuhan tanggung jawab garansi kerusakan komponen. 


Sistem PLTS dengan komponen berkualitas tinggi mendukung pasokan listrik yang andal dan optimal.


4. Manajemen Logistik dan Kemudahan Pemeliharaan 

Pemindahan komponen-komponen yang berukuran besar seperti solar panel dan baterai ke lokasi terpencil maupun pulau terluar Indonesia memiliki tantangan tersendiri. Selain itu, setelah sistem terpasang, tantangan berikutnya adalah menjaga keberlanjutan operasional agar tetap berjalan optimal. Di sinilah prinsip “designed to operate” menjadi penting. Prinsip ini mengedepankan kemudahan untuk pengoperasian sepanjang masa pemakaian peralatan daripada memaksimalkan kemampuan output peralatan.


Salah satu contoh daripada penerapan prinsip ini adalah integrasi sistem pemantauan PLTS berbasis IoT (Internet of Things). Penggunaan IoT menjadi penting, agar dapat memungkinkan pemantauan kinerja PLTS dari jarak jauh secara real-time seperti via ponsel (HP) atau komputer. Kombinasi pemantauan digital dan peningkatan keahlian teknisi lokal di site dalam perawatan dasar juga akan menjamin pasokan listrik di lokasi tetap stabil.


Proses Beralih ke Energi Surya


Berbagai aspek pertimbangan ini menjadi alasan pentingnya untuk bermitra dengan perusahaan pengembang PLTS profesional dan berpengalaman untuk mengetahui desain teknis terbaik, opsi pembiayaan, hingga metode operasional dan pemeliharaan yang optimal. Bersama Xurya, para pelaku industri di lokasi terpencil di Indonesia telah mempercayakan seluruh tahap instalasi PLTS dari perencanaan hingga operasional. Apa saja prosesnya?


1. Investasi dan Perhitungan Keekonomian Sistem PLTS

Proyek PLTS membutuhkan komponen-komponen yang bernilai ekonomi tinggi. Namun, beralih ke energi surya kini jauh lebih mudah dan terjangkau sehingga besarnya modal awal tidak lagi menjadi penghalang bagi pertumbuhan bisnis Anda.  Melalui skema sewa PLTS yang ditawarkan Xurya, Anda tidak harus mengeluarkan investasi dalam jumlah besar di awal melainkan dapat menyesuaikan dengan strategi operasional bisnis Anda dan melakukan pembayaran PLTS sesuai konsumsi bulanan.


2. Desain Teknis dan Penentuan Kapasitas Sistem PLTS

Setiap wilayah memiliki intensitas sinar matahari (iradiasi), pola konsumsi listrik, dan risiko operasional yang berbeda-beda. Pada tahap awal, Xurya akan melakukan studi kelayakan berdasarkan iradiasi matahari, pola operasional, dan kondisi  lokasi Anda. Data-data tersebut akan diolah menjadi proposal berisi estimasi produksi listrik PLTS (kapasitas) dan penghematan tagihan yang akurat. Xurya akan mendesain sistem PLTS untuk Anda dengan informasi jumlah komponen sistem PLTS yang dibutuhkan, sambungan kelistrikan, tata letak, serta pola operasional yang tepat untuk memastikan aspek keselamatan dan keamanan.


3. Pengadaan Komponen, Perizinan, dan Instalasi
Mulai dari pengadaan komponen, pengurusan perizinan, proses konstruksi, hingga tahap pengujian sistem (testing dan commissioning), Xurya memastikan seluruh detail proses, memilih komponen berkualitas tinggi, dan menyelesaikan proyek dengan efisien dan sesuai timeline. Percayakan transisi energi bisnis Anda kepada tim ahli kami, sebagaimana telah dibuktikan oleh lebih dari 150 klien kami.


4. Layanan Pengoperasiaan dan Pemeliharaan
Bagaimana PLTS dapat tetap beroperasi optimal hingga puluhan tahun? Dengan dibantu teknologi Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI), kami memantau kondisi sistem PLTS Anda secara jarak jauh dan melakukan pemeliharaan sistem secara berkala. Selama 3 tahun terakhir, Xurya berhasil mempertahankan performa aktual sistem lebih 100% dari estimasi desain awal pada 300+ proyek PLTS di Indonesia.


Jangan biarkan keterbatasan akses listrik dan ketidakstabilan harga bahan bakar menghambat pertumbuhan bisnis Anda. Konsultasikan kebutuhan PLTS untuk bisnis Anda bersama tim ahli kami dan temukan solusi energi paling efisien sesuai dengan prioritas perusahaan Anda.